Minggu, 24 November 2013

Ketertarikan Interpersonal dan Hubungan Dekat

Definisi

Ketertarikan Interpersonal adalah sikap seseorang mengenai orang lain di mana ketertarikan meliputi evaluasi sepanjang suatu dimensi yang berkisar dari sangat suka hingga sangat tidak suka.

Sabtu, 23 November 2013

PERILAKU KELOMPOK

Definisi

Pengertian Kelompok dan Beberapa Jenis Kelompok
1.   Kelompok
Kelompok adalah dua individu atau lebih yang berinteraksi dan saling bergantung, yang saling bergabung untuk mencapai tujuan tertentu.

Kamis, 14 November 2013

Prasangka Sosial dan Diskriminasi

Definisi

Prejudice atau prasangka sosial berasal dari kata latin prejudicium yaitu preseden/ keputusan yang diambil yang tanpa ada penelitian dan pertimbangan cermat, tergesa-gesa, tidak matang. Prasangka  sosial merupakan sikap perasaan orang-orang terhadap golongan manusia tertentu, golongan ras atau kebudayaan yang berbeda dengan golongan orang yang berprasangka itu. Beberapa tokoh psikologi sosial mendefinisikan prasangka sosial sebagai berikut :

Kamis, 07 November 2013

Agresi dan Konflik


Definisi


Baron dan Bryne menjelaskan bahwa agresi merupakan suatu bentuk perilaku yang ditujukan untuk melukai atau mencelakakan individu lain yang tidak menginginkan datangnya perilaku tersebut. Sedangkan Buss berpendapat bahwa agresi adalah suatu perilaku yang dilakukan untuk menyakiti, mengancam atau membahayakan individu-individu, objek-objek yang menjadi sasaran perilaku tersebut baik secara fisik atau verbal dan langsung atau tidak langsung. Myers (2005) mengatakan tingkah laku agresif adalah tingkah laku fisik atau verbal untuk melukai orang lain.
Hal yang penting dalam definisi agresi adalah adanya ‘niat’ (intensi). Misalnya bila seorang pemabok mengendarai mobil tanpa sengaja menabrak mobil lain dan menyebabkan luka-luka pada orang lain, ini tidak termasuk agresi, karena tidak diniatkan. Menurut Myers (2005), terdapat dua jenis agresi, yaitu hostile aggression dan instrumental aggression.
1.    Hostile aggression adalah tindakan agresi yang berasal dari perasaan marah dan bertujuan menimbulkan sakit serta luka.
2.    Instrumental aggression adalah agresi yang dimaksudkan untuk mencapai tujuan lain, bukan sekedar untuk menyebabkan rasa sakit.

Rabu, 30 Oktober 2013

Kepemimpinan dan Perilaku Pengambilan Keputusan



Definisi Kepemimpinan

Terdapat beberapa definisi tentang kepemimpinan dari beberapa tokoh, diantaranya adalah :

1.  Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi, dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses komunikasi untuk  mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu (Tannebaum, Weschler and Nassarik).
2.    Kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi aktifitas kelompok yang diatur untuk mencapai tujuan bersama (Rauch & Behling).
3.    Kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi orang-orang supaya diarahkan mencapai tujuan organisasi. (George R. Terry)
4.    Kepemimpinan adalah suatu proses yang memberi arti (penuh arti kepemimpinan) pada kerjasama dan dihasilkan dengan kemauan untuk memimpin dalam mencapai tujuan (Jacobs & Jacques).

Senin, 21 Oktober 2013

Interaksi antara Individu dan Kelompok

Definisi

1.    Interaksi
Secara Bahasa : inter (antar/saling); action (tindakan). Secara Etimologishubungan timbal balik antarsesamanya.
Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara individu manusia dengan individu lainnya, antara individu dengan kelompok atau antara kelompok dan individu. Interaksi merupakan proses komunikasi diantara orang-orang untuk saling mempengaruhi perasaan, pikiran dan tindakan.

Senin, 30 September 2013

ABRAHAM MASLOW (Tokoh Psikologi Humanistik)

Masa kecil Maslow
Abraham Maslow dilahirkan di Brooklyn, New York, pada 1908 dan wafat pada 1970 dalam usia 62 tahun. Maslow dibesarkan dalam keluarga yahudi dan merupakan anak tertua dari tujuh bersaudara. Masa muda Maslow berjalan dengan tidak menyenangkan karena hubungan yang buruk dengan kedua orang tuanya. Semasa anak-anak dan remaja Maslow merasa dirinya amat menderita dengan perlakuan orangtuanya, terutama ibunya.
Keluarga Maslow amat berharap ia dapat meraih sukses melalui dunia pendidikan. Untuk menyenangkan kemauan ayahnya, Maslow sempat belajar di bidang hukum tapi gagal. Ia akhirnya mengambil bidang studi psikologi di University of Wisconsin, dan memperoleh gelar bachelor pada 1930, master pada 1931, dan PhD pada 1934.

Jumat, 20 September 2013

Belajarlah berkomunikasi

"Sy ndak bs ngumpulin tgs skrg pak. Gak apa2 ea. Bls!!"
Sempat kaget juga membaca sms dari mahasiswa yang masuk ke hp saya. Saya merasa ada yang kurang tepat secara etika dari sms tersebut dan sms semacam itu bukan yang pertama yang saya terima. Pernah saya terima sms dari mahasiswa "tugasnya yg mana pak?bls ya! sy gak da pulsa." hmm.. rasanya mahasiswa memang perlu ada matakuliah komunikasi yang baik lewat tulisan. Mungkin sms semacam itu jika dikirim ke teman dekat masih bisa dimaklumi. Namun jika dikirim ke orang yang lebih senior dengan bahasa sms yang demikian dan dibumbui tanda seru rasanya kurang etis. Apalagi juga dengan menggunakan penulisan khas anak alay (anak layangan) yang katanya gaul tapi merusak tatanan bahasa Indonesia.
Jika sudah demikian biasanya saya akan menegur mahasiswa tersebut dan sedikit banyak mencoba memberikan pemahaman tentang bagaimana bahasa yang pantas dalam ber-sms. Namun terkadang ada juga mahasiswa yang malah menganggap benar dengan sms yang dia kirim walaupun dengan banyak tanda seru dan bahasa alay. Untuk mahasiswa tipe kedua ini biasanya saya akan membiarkan dan malas berdebat karena dia telah merasa benar dengan ketidak etisannya berkomunikasi.
Komunikasi memang memegang peranan penting dalam sebuah hubungan. Jangankan dengan sesama manusia, jika komunikasi kita dengan Allah SWT saat sholat atau berdoa dilakukan dengan cara yang tidak etis, jangankan akan diterima, justru Allah akan murka dengan cara kita yang tanpa etika. Untuk itulah selayaknya kita mulai belajar berkomunikasi yang baik dengan media apapun dan kita harus paham dengan siapa kita berkomunikasi. Semoga bisa menjadi renungan bersama. Salam.

Selasa, 04 Juni 2013

Unsur penunjang bimbingan konseling


Untuk menunjang kelancaran pemberian layanan bimbingan konseling, diperlukan beberapa unsur kegiatan pendukung. Dalam hal ini, terdapat lima jenis kegiatan pendukung bimbingan dan konseling, yaitu:

a. Aplikasi Instrumentasi Data
Aplikasi instrumentasi data adalah kegiatan untuk mengumpulkan data dan keterangan tentang peserta didik, tentang lingkungan peserta didik dan lingkungan lainnya, yang dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai instrumen, baik tes maupun non tes, dengan tujuan untuk memahami peserta didik dengan segala karakteristiknya dan memahami karakteristik lingkungan. Fungsi kegiatan ini adalah pemahaman

Selasa, 21 Mei 2013

Pendekatan Konseling Trait And Factor



Overview

Teori atau pendekatan “Trait and Factor” ini dipelopori oleh E.G. Williamson dan J.G. Darley, serta pendukung-pendukung lainnya seperti : Walter Bingham, Donald G, Paterson, Thurstone, Eysenk dan Cattel. Konseling dengan pendekatan Trait and Factor, digolongkan ke dalam kelompok pendekatan pada dimensi kognitif atau rational. Dalam proses penanganan kasus konseling menggunakan metode rational. Teori atau pendekatan ini secara intelektual, logis dan rasional menerangkan, memecahkan kesulitan-kesulitan klien dalam suatu proses konseling. Konseling dengan pendekatan Trait and Faktor atau pendekatan rasional ini sering disebut konseling yang direktif (directive counseling), karena konselor secara aktif membantu klien mengarahkan perilakunya menuju pemecahan kesulitannya, sehingga konseling ini juga disebut konseling yang “counselor centered” dan ada juga yang menyebutnya sebagai “clinical counseling”.

Selasa, 30 April 2013

PENDEKATAN KONSELING REALITAS



Overview
Konseling realitas merupakan model konseling yang termasuk kelompok konseling cognitive-behavioral (perilaku-kognitif). Pendekatan konseling realitas dikembangkan oleh William Glasser dengan nama Reality Therapy (Terapi Realitas). Menurut pendekatan konseling realitas, konseling pada dasarnya merupakan proses belajar yang menekankan dialog rasional antara konselor dan konseli dengan tujuan agar konseli mau memikul tanggung jawab bagi dirinya dalam memenuhi kebutuhan dasarnya.

Selasa, 23 April 2013

Pendekatan Psikoanalisa dalam Bimbingan Konseling



Overview
Pendekatan psikoanalisa dikembangkan oleh Sigmund Freud (1856-1939). Menurut Freud, kesadaran hanya merupakan sebagian kecil saja dari pada seluruh kehidupan psikis, Freud memisalkan psyche itu sebagai gunung es ditengah lautan, yang ada diatas permukaan air laut itu menggambarkan kesadaran, sedangkan dibawah permukaan air laut yang merupakan bagian terbesar menggambarkan ketidaksadaran.


Rabu, 17 April 2013

Pendekatan Gestalt dalam Bimbingan Konseling



Overview
Terapi Gestalt yang dikembangkan oleh Frederick Pealrs adalah bentuk terapi eksistensial yang berpijak pada premis bahwa individu-individu harus menemukan  jalan hidupnya sendiri dan menerima tanggung  jawab pribadi jika mereka berharap kematangan.

Konsep Dasar
1.       Manusia dalam kehidupannya selalu aktif sebagai suatu keseluruhan.
2.       Setiap individu bukan semata-mata merupakan penjumlahan dari bagian-bagian organ-organ seperti hati, jantung, otak, dan sebagainya, melainkan merupakan suatu koordinasi semua bagian tersebut.
3.       Manusia aktif terdorong kearah keseluruhan dan integrasi pemikiran, perasaan, dan tingkah lakunya
4.       Setiap individu memiliki kemampuan untuk menerima tanggung jawab pribadi, memiliki dorongan untuk mengembangkan kesadaran yang akan mengarahkan menuju terbentuknya integritas atau keutuhan pribadi.

Selasa, 09 April 2013

Pendekatan Behavioristik dalam Bimbingan Konseling


Overview Pendekatan Behavioristik dalam Konseling

§  John B. Watson
Pendiri Behaviorisme ini adalah seorang behavioris radikal yang pernah menyatakan bahwa ia bisa mengambil sejumlah bayi yang sehat dan menjadikan bayi-bayi itu apa saja yang diinginkannya – dokter, ahli hokum, seniman, perampok, pencopet – melalui bentukan lingkungan. Jadi, Watson menyingkirkan dari psikologi konsep-konsep seperti kesadaran, determinasi diri, dan berbagai fenomena subjektif lainnya.

Senin, 08 April 2013

Landasan Psikologis dibutuhkannya pelayanan bimbingan konseling (2)


Faktor-faktor selanjutnya yang menjadi landasan psikologis dibutuhkannya pelayanan bimbingan konseling diantaranya adalah :


5.       Masalah Belajar

Dalam kegiatan belajar dapat timbul berbagai masalah baik bagi pelajar maupun bagi pengajar. Bagi pelajar permasalahan tersebut dapat berupa pengaturan waktu belajar, memilih cara belajar, dsb. Sedangkan bagi pengajar permasalahan tersebut dapat berupa bagaimana menciptakan suasana belajar yang nyaman dan kondusif, membuat perencanaan pembelajaran dll. Keberhasilan belajar bagi siswa itu sendiri dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal.

a.       Faktor Internal

                  Faktor Internal yang mengakibatkan kesulian belajar adalah sebagai berikut :

(1)    Ketidakseimbangan mental atau gangguan fungsi mental (2)    Gangguan fisik  (3)    Gangguan Emosi

Kamis, 04 April 2013

ALFRED ADLER (Tokoh Psikologi Humanistik)

Adler merupakan anak kedua daripada 6 adik-beradik. Beliau mempunyai seorang abang yang bernama Sigmund. Semenjak dari kecil, Adler sering dibanding-bandingkan dengan abiliti abang sulungnya. Adler berasa cemburu dengan abangnya yang sentiasa dibanggakan dalam pencapaian prestasi. Lagipula, Adler tidak mampu untuk bergiat aktif sepertimana kakaknya, Sigmund karena beliau telah didiagnosa menghidap penyakit Pneumonia ketika berumur baru 5 tahun. Lebih menyedihkan, doktor pula mengesahkan penyakit Adler adalah kronik dan sukar dirawat.



Selasa, 19 Maret 2013

Landasan Psikologis dibutuhkannya pelayanan bimbingan konseling (1)


Peserta didik sebagai individu yang dinamis dan berada dalam proses perkembangan, memiliki kebutuhan dan dinamika dalam interaksi dengan lingkungannya. Di samping itu, peserta didik senantiasa mengalami berbagai perubahan dalam sikap dan tingkah lakunya. Proses perkembangan tidak selalu berlangsung secara linier (sesuai dengan arah yang diharapkan), tetapi bersifat fluktuatif dan bahkan terjadi diskontinuitas perkembangan. Dalam proses pendidikan, peserta didikpun tak jarang mengalami diskontinuitas perkembangan sehingga menimbulkan masalah-masalah psikologis. Beberapa aspek psikologis dan faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan pribadi yang patut dipahami oleh konselor diantaranya adalah :

Senin, 18 Maret 2013

Kembali Pramuka Jawa Timur Berduka


Innalillahi wa inna ilaihi rojiun… duka mendalam kembali menyelimuti Keluarga Besar Gerakan Pramuka Jawa Timur. Enam orang anggota Gerakan Pramuka Pacitan (satu diantaranya pembina pramuka) meninggal saat kegiatan kemah pramuka. Informasi yang berkembang korban meninggal karena tengelam di Sungai Purwoasri, Kabupaten Pacitan Jawa Timur  saat melakukan penjelajahan pada kegiatan perkemahan. Sebenarnya ini bukan kejadian baru di Jawa Timur, beberapa waktu yang lalu pun keluarga besar Gerakan Pramuka Jawa Timur sempat dikejutkan dengan musibah meninggalnya beberapa anggota pramuka Nganjuk yang melaksakan kegiatan kepramukaan di Waduk Bening Madiun. Bahkan kasusnya pun sampai masuk ranah hukum dan berakhir dengan putusan hukum untuk pembina yang bersangkutan.
Peristiwa-peristiwa ini mungkin sudah sepantasnya menjadi pelajaran bagi kita semua, agar jangan sampai ada korban lagi dikemudian hari. Bagaimanapun kegiatan Kepramukaan yang diselenggarakan di alam terbuka memang mengandung resiko yang cukup tinggi. Untuk itu, perlulah dibuat langkah-langkah meminimalisir seperti berikut :

Selasa, 12 Maret 2013

Hakikat Manusia Menurut Agama dan Peranan Agama dalam Bimbingan Konseling





A.   Hakikat Manusia Menurut Agama

Agama merupakan pedoman hidup bagi manusia dalam rangka mencapai kebahagiaan yang hakiki di dunia ini dan di akhirat kelak. Karena agama sebagai pedoman hidup, maka dalam semua kegiatan kehidupan manusia harus merujuk kepada nilai – nila agama. Manusia adalah makhluk yang mempunyai fitrah beragama, homo  religious,  yang berpotensi untuk dapat memahami dan mengamalkan nilai – nilai agama.

Senin, 04 Maret 2013

Faktor Sosial Budaya yang membutuhkan Layanan Bimbingan Konseling


Kebutuhan akan bimbingan muncul karena adanya masalah yang dihadapi oleh individu yang terlibat dalam kehidupan masyarakat serta ditambah faktor-faktor yang menambah rumitnya keadaan masyarakat dimana individu itu hidup. Diantara beberapa faktor-faktor tersebut adalah :

Selasa, 26 Februari 2013

KEKELIRUAN DALAM MENAFSIRKAN ARTI BIMBINGAN, MODEL BIMBINGAN DAN PENDEKATAN BIMBINGAN KONSELING


Sampai saat ini kekeliruan dalam menafsirkan arti bimbingan masih terjadi. Bukan saja dari masyarakat awam, namun dari para guru dan praktisi pendidikan pun, kekeliruan dalam menafsirkan arti bimbingan masih sering terjadi. Diantara kekeliruan yang ada tersebut adalah :

1.   Bimbingan identik dengan pendidikan
Pandangan semacam ini tidak tepat, karena sebenarnya bimbingan hanya merupakan salah satu bagian terpadu dari pendidikan untuk tercapainya tujuan pendidikan secara optimal
2.   Bimbingan hanya untuk siswa-siswa yang salah/melanggar aturan (maladjusted)
Pandangan semacam ini juga sangat tidak tepat. Karena bimbingan disekolah diperuntukkan  bagi semua siswa secara menyeluruh dan merata.

Jumat, 22 Februari 2013

Konsep Dasar Bimbingan Konseling

1.     Definisi Bimbingan
Terdapat perbedaan para ahli bimbingan konseling dalam memdefinisikan bimbingan. Akan tetapi, pengertian yang mereka sajikan memiliki satu kesamaan arti bahwa bimbingan merupakan suatu proses pemberian bantuan. Menurut Ahmadi (1991: 1), bimbingan adalah bantuan yang diberikan kepada individu (peserta didik) agar dengan potensi yang dimiliki mampu mengembangkan diri secara optimal dengan jalan memahami diri, memahami lingkungan, mengatasi hambatan guna menentukan rencana masa depan yang lebih baik. Sementara Walgito (2004: 4-5), mendefinisikan bahwa bimbingan adalah bantuan atau pertolongan yang diberikan kepada individu atau sekumpulan individu dalam menghindari atau mengatasi kesulitan-kesulitan hidupnya, agar individu dapat mencapai kesejahteraan dalam kehidupannya. Chiskolm dalam McDaniel, dalam Prayitno dan Erman Amti (1994: 94), mengungkapkan bahwa bimbingan diadakan dalam rangka membantu setiap individu untuk lebih mengenali berbagai informasi tentang dirinya sendiri.


Sabtu, 19 Januari 2013

Sejarah perkembangan Bimbingan dan Konseling di Amerika dan Indonesia




Bimbingan dan Konseling sebagai profesi pertama kali lahir di Amerika pada awal abad XX, yaitu ketika Frank Person membuka klinik di Boston untuk memberi pengarahan kepada para pemuda memperoleh pekerjaan yang sesuai. Pada tahun 1950 an bidang ini mengalami perkembangan yang sangat pesat, bukan hanya dalam bidang pekerjaan tetapi merambah pada bidang-bidang pendidikan. Rehabilitasi, kerumah tanggaan, penanganan tindak kriminal, kenakalan remaja, juga di rumah sakit, pabrik-pabrik dan bahkan di rumah militer.
           

Jumat, 11 Januari 2013

Jean Piaget (Tokoh Psikologi Perkembangan Kognitif)

Jean Piaget, seorang psikolog dan pendidik berkebangsaan Swiss,terkenal karena teori perkembangan kognitifnya. Jean Piaget lahir pada 9 Agustus 1896 di Neuchatel, Swiss. Ia adalah anak seorang sejarawan. Masa kanak-kanak Jean Piaget banyak dipengaruhi oleh apa yang ia lihat pada ayahnya, seorang pria yang berdedikasi pada penelitian dan pekerjaannya. Karenanya, sejak kanak-kanak dia sangat suka belajar, terutama dalam hal ilmu pengetahuan alam. Saat dia berumur sebelas tahun, tulisannya tentang burung gereja "albino` diterbitkan -- yang pertama dari ratusan artikel dan lebih dari lima puluh buku. Beberapa kali, saat memberikan karyanya untuk diterbitkan dalam berbagai redaksi majalah, Piaget dipaksa untuk merahasiakan usianya yang masih muda. Banyak editor menganggap penulis muda tidak memiliki kredibilitas.

Apa yang dilakukannya untuk membantu mengategorikan koleksi museum zoologi Neuchatel, menginspirasi penelitiannya terhadap kerang-kerangan. Salah satu artikelnya, yang ia tulis saat berumur lima belas tahun, membuatnya ditawari sebuah pekerjaan di museum zoologi di Jenewa, Swiss; ia menolak tawaran itu untuk melanjutkan pendidikannya. Ia menyelesaikan pendidikan ilmu pengetahuan alam di Universitas Neuchatel pada 1916 dan mendapat gelar doktoral untuk penelitian atas kerang-kerangan pada 1918.