Minggu, 24 November 2013

Ketertarikan Interpersonal dan Hubungan Dekat

Definisi

Ketertarikan Interpersonal adalah sikap seseorang mengenai orang lain di mana ketertarikan meliputi evaluasi sepanjang suatu dimensi yang berkisar dari sangat suka hingga sangat tidak suka.


Ketertarikan interpersonal mengacu pada perasaan-perasaan positif terhadap orang lain. Ahli-ahli psikologi menggunakan istilah ini untuk mencakup berbagai pengalaman, termasuk rasa menyukai, pertemanan, kekaguman, ketertarikan seksual, dan cinta (Dayakisni & Yuniardi, 2008; Matsumoto, 2008).

Faktor yang mempengaruhi daya tarik interpersonal

Bringham (dalam Dayakisni: 2008) mendfinisiakn daya tarik interpersonal sebagai satu kecenderungan untuk menilai seseorang atau suatu kelompok secara positif, dan berperilaku secara positif, sesuai apa adanya. Faktor yang mempengaruhi hal-hal tersebut adalah :
1.    Kesamaan (Similarity)
Sikap, nilai, minat, latar belakang dan kepribadian yang sama, bisa menyebabkan individu tertarik dengan orang lain. Dalam membangun satu hubungan kesamaan bisa menjadi dasar untyuk membangun hubunga yag lebih baik danpositif. Itulah sebabnya mengapa kita bisa cepat akrab denga orang sedaerah, padahal baru saja kita kenal.
2.    Kedekatan (Proximity)
Kedekatan merujuk pada bentuk teritorial. Dekatnya jarak individu dengan orang lain, mengakibatkan bentuk hunbungan menjadi lebihbaik Misalnya dalam bertetangga. Tapi tidak selalu demikian, jika tidak ada interaksi yang intens, maka kedekatan teritorial bukanlah satu jaminan hubungan akn terus bertahan.
3.    Keakraban (Familiarity)
Robert zajonc menjelaskan tentang efek terpaan, bahwasannya orang mengembangkan perasaan positif pada obyek dan individu yang serinag mereka lihat.
4.    Daya tarik fisik
Ketertarikan pada seseorang seringkali dimulai dengan daya tarik fisiknya terlebih dahulu. Karena factor ini merupakan factor yang muncul pada awal proses ketertarikan interpersonal yang sangat sulit untuk direkayasa. 
5.    Kemampuan (Abilty)
Orang yang kompeten, pintar akan lebih disukai dari pada yang tidak kompeten dan pintar, karean adanya reward yang diberikan kepada kita. Misalnya orang yang pintar bisa memudahkan permasalahan yang kita hadapi.
6.    Kesukaan secara timbal balik (Reciprocal Liking)
Individu cenderung akan mengulang perilakunya apabila mendapatkan keuntungan ataupun penghargaan dari perilakunya tersebut. Oleh karena itu, halini juga menjadi factor timbulnya ketertarikan interpersonal.
7.    Saling melengkapi (Complementary)
Kondisi untuk saling melengkapi satu individu dengan yang lainnya menyebabkan timbulnya ketertarikan antar individu.


Teori – teori Ketertarikan

Ada beberapa teori yang bisa menjelaskan mengapa manusia bisa saling tertarik satu dengan yang lain. Teori-teori tersebut adalah:
1.    Teori kognitif
Teori kognitif menekankan proses berpikir sebagai dasar yang menentukan tingkah laku. Tingkah laku sosial dipandang sebagai suatu hasil atau akibat dari proses akal. Jika seseorang berpikir bahwa orang lain dapat memberikan keseimbangan terhadap apa yang kita cari maka kemungkinan besar kita akan menyukainya.
2.    Teori penguatan
Teori penguatan berusaha menemukan bagaimana ketertarikan datang untuk pertama kalinya. Dasar teori ini cukup sederhana, yaitu bahwa orang ditarik oleh hadiah dan ditolak oleh hukuman. Semua ketertarikan antar pribadi diterangkan dalam hal belajar di mana untuk berhubungan secara positif dengan hadiah, dan untuk berhubungan secara negatif dengan perangsang hukuman. Kita kemudian akan lebih suka menjadi tertarik kepada orang orang yang menghadiahi atau menghargai kita daripada orang-orang yang menghukum kita dengan kritikan atau menghina kita.
3.    Teori interaksionis
Teori ini dikembangkan di dalam situasi alamiah di mana suatu keputusan selalu dihubungkan kepada situasi sosial di mana seseorang menemukan dirinya. Teori ini lebih menitikberatkan pada ketertarikan antar pribadi sebagai suatu konsep.


Ketertarikan menghasilkan hubungan dekat

Triangular theory of love yang diajukan oleh Sternberg (2001) menyatakan bahwa cinta mempunyai tiga komponen dasar:
1.    intimacy (hubungan dekat), rasa kedekatan dan pertautan, Matsumoto (2008) menambahkan bahwa keintiman mengacu pada kehangatan, kedekatan, dan berbagai dalam sebuah hubungan;
2.     passion(keinginan), rasa ingin bersatu dengan orang lain; dan
3.    commitment (tanggung jawab), keputusan untuk memelihara hubungan dalam jangka waktu yang sangat lama, dan mengacu pada niat untuk mempertahankan hubungan meski dihadapkan pada berbagai kesulitan (Matsumoto, 2008).

Banyak informasi yang didapat dari penelitian-penelitian lintas budaya yang menyatakan bahwa konsep ketertarikan, cinta, dan keintiman berbeda pada tiap-tiap budaya. Perbandingan budaya-budaya dalam memandang cinta dapat menjadi pertimbangan. Di  Amerika pada umumnya orang-orang merasakan bahwa cinta adalah sesuatu yang dibutuhkan dan kadang-kadang merupakan unsur yang cukup bagi terbentuknya hubungan romantis jangka panjang dan perkawinan. Orang-orang Amerika cenderung akan menikah dengan orang-orang yang dicintainya (Dayakisni & Yuniardi, 2008).
Dalam budaya-budaya lain cinta mungkin tidak menjadi pertimbangan untuk hubungan jangka panjang dan perkawinan. Bahkan sesungguhnya, perkawinan yang disiapkan adalah hal yang umum terjadi di budaya-budaya lain, misalnya Jepang, Cina, dan India. Kadang-kadang perkawinan disiapkan oleh orang tua jauh sebelum usia dimana pasangan itu dipertimbangkan menikah. Cinta tidak menjadi pertimbangan bagi mereka, sebab adanya keyakinan bahwa cinta seharusnya tumbuh dalam hubungan perkawinan (Dayakisni & Yuniardi, 2008).

Sumber :

Baron, R.A., & Byrne, D. (2005). Psikologi sosial, jilid pertama (edisi ke sepuluh). Alih Bahasa: Ratna Djuwita, Melania Meitty Parman, Dyah Yasmina, Lita P. Lunanta. Jakarta: Erlangga.
Dayakisni, T., Yuniardi, S. (2008). Psikologi Lintas Budaya. Edisi Revisi. Malang: UMM Press.
Matsumoto, D. (2008). Pengantar Psikologi Lintas Budaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sternberg, R. J. (2001). Psychology: In Search of the Human Mind. Orlando: Hartcourt Publishers.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar