Selasa, 06 November 2012

Lagu anak untuk generasi yang lebih baik

“ mama, kucing garong itu apa sih?” tanya anak berusia 6 tahun kepada ibunya, sang ibupun kebingungan menjawab pertanyaan anak tersebut. Maklum hampir disemua tempat lagu tentang kucing garong ini menggema begitu dahsyat. Lagu yang belum pantas dikonsumsi oleh anak-anak tersebut bahkan sampai dihafalkan oleh anak karena terlalu seringnya lingkungan anak mendukung hal tersebut. Cobalah anak-anak diminta menyanyikan lagu kucing garong, keong racun, tokek belang, cinta satu malam atau lagu-lagu bernuansa dewasa yang kesemuanya sangat tidak tepat bagi perkembangannya, mereka akan lantang menyanyikannya dan hafal diluar kepala. Miris memang, namun keadaan ini juga disebabkan minimnya lagu-lagu anak yang sesuai dengan tahapan perkembangan anak. Di awal tahun 90-an masih ada artis cilik seperti Joshua, Eno Lerian, Cikita Meydi dll yang menyanyikan lagu-lagu yang sesuai dengan perkembangan anak dan mengandung nilai edukasi bagi anak. Saat ini selain memang minim lagu anak, artis anak pun minim. Bahkan artis yang berusia anak-anak seperti Coboy Junior-pun menyanyikan lagu bernuansa dewasa.


Musik dan lagu memang membawa manfaat positif bagi anak, minimal ada tiga hal positif yang bisa diraih denga menstimulasi musik atau lagu pada anak. yaitu (1) Meningkatkan IQ, musik dapat mempengaruhi perkembangan otak anak. Dr Kuei Pin Yeo, orang Indonesia pertama yang berhasil meraih gelar Doctor dalam bidang seni permainan piano dari Manhattan School of Music, New York menjelaskan bahwa mengenalkan musik pada anak sebaiknya dilakukan sejak dini, karena peran musik sangat besar dalam menstimulasi pertumbuhan jaringan sel otak anak. (2) Musik/lagu membantu anak untuk peka terhadap lingkungan, anak akan lebih memahami lingkungannya dengan music dan lirik lagu yang ada, hal ini akan membantu anak untuk lebih peka terhadap lingkungan. Selanjutnya manfaat music yang (3) meningkatkan percaya diri dan kreativitas anak, kepercayaan diri anak akan meningkat dengan stimulasi music dan lagu, menumbuhkan kebanggaan yang ada pada dirinya dan kreativitasnya akan muncul dengan mengekspresikannya.

Namun, semua hal positif tersebut bisa didapat jika musik dan lagu yang disuguhkan kepada anak sesuai dengan tahapan perkembangannya. Anak bukan miniatur orang dewasa yang bisa disamakan dengan orang dewasa, mereka punya tahapan tersendiri yang patut kita pahami. Masa anak juga merupakan masa golden age, masa membangun pondasi bagi kehidupannya kelak. Untuk itu dibutuhkan musik dan lagu yang memang mendukung dan sesuai bagi perkembangan anak. Bahasa yang digunakan dalam lirik lagu mudah dimengerti oleh anak dan sesuai dengan bahasa anak, lirik dalam lagu mengandung nilai positif bagi anak baik secara moral dan pengetahuan.

Jika melihat kondisi saat ini yaitu minimnya musik dan lagu untuk anak yang sesuai dengan tahapan perkembangannya, sulit rasanya didapat nilai positif musik dan lagu bagi anak. Justru sebaliknya akan menimbulkan nilai negatif musik dan lagu bagi anak. Untuk menyikapi hal tersebut, apakah kita hanya pasrah dan berpangku tangan dengan mengorbankan anak-anak kita? “Save Our Children” itu yang harus kita lakukan. Hal positif yang dilakukan oleh  Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Bagandan Pameksan dengan mengeluarkan album lagu anak-anak ini perlu dicontoh. Dengan mengeluarkan judul album “Harmoni Dakwah” dan dinyanyikan oleh anak-anak seakan menjadi oase dalam gurun pasir industri musik yang kurang memperhatikan anak. Namun, jika membuat album anak sulit dilakukan karena tidak semua orang bisa membuat, setidaknya mulailah mengontrol lingkungan anak dengan cara menyuguhkan lagu-lagu yang sesuai dengan masa perkembangannya. Mulailah mencari album lagu anak yang sesuai dan menyuguhkan lagu tersebut pada anak, album lagu Nasyrul Ulum Junior yang dikeluarkan oleh Pondok Pesantren Nasyrul Ulum juga sangat direkomendasikan untuk anda miliki. Album yang dilepas kepasaran seharga sepuluh ribu rupiah perkeping VCD kiranya sangat murah dibandingkan dengan mengorbankan masa depan anak dan tentunya sebagai apresiasi atas adanya album lagu-lagu anak tersebut.


Let’s Save Our Children 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar