Sepak bola bukan sekedar olah raga, namun sepak bola sudah
menjadi bagian dari seluruh aspek kehidupan mayarakat. Sepak bola menjadi
budaya, kebanggaan, harga diri dan kehidupan masyarakat. Hal semacam ini juga
dirasakan oleh hampir sebagian besar masyarakat Madura dengan masuknya Persepam
Madura United (P-MU) sebagai bagian dari kontestan Indonesia Super Liga (ISL)
sejak tahun lalu. Menjadi kebanggan dan
harga diri karena inilah satu-satunya tim sepakbola yang membawa nama Madura
dan bermain di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Menjadi kehidupan karena
banyak sumber kehidupan masyarakat yang bersumber dari keberadaan tim sepak
bola kebanggaan masyarakat Madura ini, mulai dari tukang parkir, warung kopi,
penjual merchandise tim (kaos, pernak-pernik tim dan
lain-lain), penjual tiket pertandingan, sampai
pada pemain dan pelatih tim.
Sabtu, 15 Februari 2014
Rabu, 12 Februari 2014
Dukungan Psikososial Pasca Bencana
“Indonesia Supermarket Bencana” pernyataan semacam ini memang
pantas rasanya diucapkan melihat rentetan bencana yang terjadi di Indonesia.
Seakan tidak pernah lepas dari bencana mulai banjir, gempa bumi, tanah longsor,
angin puting beliung, serta tsunami yang terjadi di Indonesia. Disamping
mengakibatkan kerugian harta benda juga menimbulkan korban jiwa yang cukup
besar. Ribuan orang meninggal dunia, banyak korban yang
selamat menderita sakit dan cacat. Bahkan korban juga mengalami dampak
psikologis akibat bencana, seperti perasaan mati rasa secara emosional,
ketakutan yang berlebihan, kecemasan dan kesedihan yang mendalam. Bagi sebagian
penyintas (orang yang mampu bertahan hidup), dampak ini akan memudar seiring
berjalannya waktu. Tapi beberapa penyintas mengalami hal berbeda, bencana
memberikan dampak psikologis jangka
panjang, baik yang terlihat jelas misalnya depresi , psikosomatis (keluhan fisik yang diakibatkan oleh masalah
psikis) ataupun yang tidak langsung seperti sulit berbaur dengan masyarakat,
lebih temperamen , cenderung lebih agresif dan lain sebagainya.
Rabu, 15 Januari 2014
Perilaku Menolong, Prosocial dan Altruisme
“Rela menolong dan tabah” begitu bunyi Dasa Darma Pramuka ke lima yang
menjelaskan sikap moral yang harus dimiliki oleh anggota Pramuka untuk bisa
menolong orang lain. Sikap moral untuk menolong dan berbakti kepada orang lain
bagi anggota Pramuka juga diperkuat dengan ucapan janji pramuka Tri Satya yang
berbunyi “menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat”
(untuk tingkatan penggalang) “menolong sesama hidup dan ikut serta membangun
masyarakat” (untuk tingkatan penegak, pandega dan anggota dewasa). Pramuka yang
keberadaannya sebagai bagian yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat,
memang sudah sepantasnya menjadi motor penggerak dalam upaya menolong dan
membangun masyarakat.
Minggu, 24 November 2013
Ketertarikan Interpersonal dan Hubungan Dekat
Definisi
Ketertarikan Interpersonal adalah sikap seseorang
mengenai orang lain di mana ketertarikan meliputi evaluasi sepanjang suatu dimensi
yang berkisar dari sangat suka hingga sangat tidak suka.
Sabtu, 23 November 2013
PERILAKU KELOMPOK
Definisi
Pengertian Kelompok dan Beberapa Jenis
Kelompok
1.
Kelompok
Kelompok adalah dua individu atau lebih yang
berinteraksi dan saling bergantung, yang saling bergabung untuk mencapai tujuan
tertentu.
Kamis, 14 November 2013
Prasangka Sosial dan Diskriminasi
Definisi
Prejudice atau prasangka sosial
berasal dari kata latin prejudicium yaitu preseden/ keputusan yang
diambil yang tanpa ada penelitian dan pertimbangan cermat, tergesa-gesa, tidak
matang. Prasangka sosial merupakan sikap perasaan orang-orang
terhadap golongan manusia tertentu, golongan ras atau kebudayaan yang berbeda
dengan golongan orang yang berprasangka itu. Beberapa tokoh psikologi sosial
mendefinisikan prasangka sosial sebagai berikut :
Kamis, 07 November 2013
Agresi dan Konflik
Definisi
Baron dan Bryne menjelaskan bahwa agresi merupakan suatu bentuk perilaku
yang ditujukan untuk melukai atau mencelakakan individu lain yang tidak
menginginkan datangnya perilaku tersebut. Sedangkan Buss berpendapat bahwa agresi
adalah suatu perilaku yang dilakukan untuk menyakiti, mengancam atau
membahayakan individu-individu, objek-objek yang menjadi sasaran perilaku
tersebut baik secara fisik atau verbal dan langsung atau tidak langsung.
Myers (2005) mengatakan tingkah laku
agresif adalah tingkah laku fisik atau verbal untuk melukai orang lain.
Hal yang
penting dalam definisi agresi adalah adanya ‘niat’ (intensi). Misalnya bila
seorang pemabok mengendarai mobil tanpa sengaja menabrak mobil lain dan
menyebabkan luka-luka pada orang lain, ini tidak termasuk agresi, karena tidak
diniatkan. Menurut Myers (2005), terdapat dua jenis agresi, yaitu hostile
aggression dan instrumental aggression.
1.
Hostile
aggression adalah tindakan agresi yang berasal dari perasaan marah dan
bertujuan menimbulkan sakit serta luka.
2. Instrumental
aggression adalah agresi yang dimaksudkan untuk mencapai tujuan lain, bukan
sekedar untuk menyebabkan rasa sakit.
Langganan:
Postingan (Atom)

