Selasa, 09 April 2013

Pendekatan Behavioristik dalam Bimbingan Konseling


Overview Pendekatan Behavioristik dalam Konseling

§  John B. Watson
Pendiri Behaviorisme ini adalah seorang behavioris radikal yang pernah menyatakan bahwa ia bisa mengambil sejumlah bayi yang sehat dan menjadikan bayi-bayi itu apa saja yang diinginkannya – dokter, ahli hokum, seniman, perampok, pencopet – melalui bentukan lingkungan. Jadi, Watson menyingkirkan dari psikologi konsep-konsep seperti kesadaran, determinasi diri, dan berbagai fenomena subjektif lainnya.

Senin, 08 April 2013

Landasan Psikologis dibutuhkannya pelayanan bimbingan konseling (2)


Faktor-faktor selanjutnya yang menjadi landasan psikologis dibutuhkannya pelayanan bimbingan konseling diantaranya adalah :


5.       Masalah Belajar

Dalam kegiatan belajar dapat timbul berbagai masalah baik bagi pelajar maupun bagi pengajar. Bagi pelajar permasalahan tersebut dapat berupa pengaturan waktu belajar, memilih cara belajar, dsb. Sedangkan bagi pengajar permasalahan tersebut dapat berupa bagaimana menciptakan suasana belajar yang nyaman dan kondusif, membuat perencanaan pembelajaran dll. Keberhasilan belajar bagi siswa itu sendiri dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal.

a.       Faktor Internal

                  Faktor Internal yang mengakibatkan kesulian belajar adalah sebagai berikut :

(1)    Ketidakseimbangan mental atau gangguan fungsi mental (2)    Gangguan fisik  (3)    Gangguan Emosi

Kamis, 04 April 2013

ALFRED ADLER (Tokoh Psikologi Humanistik)

Adler merupakan anak kedua daripada 6 adik-beradik. Beliau mempunyai seorang abang yang bernama Sigmund. Semenjak dari kecil, Adler sering dibanding-bandingkan dengan abiliti abang sulungnya. Adler berasa cemburu dengan abangnya yang sentiasa dibanggakan dalam pencapaian prestasi. Lagipula, Adler tidak mampu untuk bergiat aktif sepertimana kakaknya, Sigmund karena beliau telah didiagnosa menghidap penyakit Pneumonia ketika berumur baru 5 tahun. Lebih menyedihkan, doktor pula mengesahkan penyakit Adler adalah kronik dan sukar dirawat.



Selasa, 19 Maret 2013

Landasan Psikologis dibutuhkannya pelayanan bimbingan konseling (1)


Peserta didik sebagai individu yang dinamis dan berada dalam proses perkembangan, memiliki kebutuhan dan dinamika dalam interaksi dengan lingkungannya. Di samping itu, peserta didik senantiasa mengalami berbagai perubahan dalam sikap dan tingkah lakunya. Proses perkembangan tidak selalu berlangsung secara linier (sesuai dengan arah yang diharapkan), tetapi bersifat fluktuatif dan bahkan terjadi diskontinuitas perkembangan. Dalam proses pendidikan, peserta didikpun tak jarang mengalami diskontinuitas perkembangan sehingga menimbulkan masalah-masalah psikologis. Beberapa aspek psikologis dan faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan pribadi yang patut dipahami oleh konselor diantaranya adalah :

Senin, 18 Maret 2013

Kembali Pramuka Jawa Timur Berduka


Innalillahi wa inna ilaihi rojiun… duka mendalam kembali menyelimuti Keluarga Besar Gerakan Pramuka Jawa Timur. Enam orang anggota Gerakan Pramuka Pacitan (satu diantaranya pembina pramuka) meninggal saat kegiatan kemah pramuka. Informasi yang berkembang korban meninggal karena tengelam di Sungai Purwoasri, Kabupaten Pacitan Jawa Timur  saat melakukan penjelajahan pada kegiatan perkemahan. Sebenarnya ini bukan kejadian baru di Jawa Timur, beberapa waktu yang lalu pun keluarga besar Gerakan Pramuka Jawa Timur sempat dikejutkan dengan musibah meninggalnya beberapa anggota pramuka Nganjuk yang melaksakan kegiatan kepramukaan di Waduk Bening Madiun. Bahkan kasusnya pun sampai masuk ranah hukum dan berakhir dengan putusan hukum untuk pembina yang bersangkutan.
Peristiwa-peristiwa ini mungkin sudah sepantasnya menjadi pelajaran bagi kita semua, agar jangan sampai ada korban lagi dikemudian hari. Bagaimanapun kegiatan Kepramukaan yang diselenggarakan di alam terbuka memang mengandung resiko yang cukup tinggi. Untuk itu, perlulah dibuat langkah-langkah meminimalisir seperti berikut :

Selasa, 12 Maret 2013

Hakikat Manusia Menurut Agama dan Peranan Agama dalam Bimbingan Konseling





A.   Hakikat Manusia Menurut Agama

Agama merupakan pedoman hidup bagi manusia dalam rangka mencapai kebahagiaan yang hakiki di dunia ini dan di akhirat kelak. Karena agama sebagai pedoman hidup, maka dalam semua kegiatan kehidupan manusia harus merujuk kepada nilai – nila agama. Manusia adalah makhluk yang mempunyai fitrah beragama, homo  religious,  yang berpotensi untuk dapat memahami dan mengamalkan nilai – nilai agama.

Senin, 04 Maret 2013

Faktor Sosial Budaya yang membutuhkan Layanan Bimbingan Konseling


Kebutuhan akan bimbingan muncul karena adanya masalah yang dihadapi oleh individu yang terlibat dalam kehidupan masyarakat serta ditambah faktor-faktor yang menambah rumitnya keadaan masyarakat dimana individu itu hidup. Diantara beberapa faktor-faktor tersebut adalah :