“
mama, kucing garong itu apa sih?”
tanya anak berusia 6 tahun kepada ibunya, sang ibupun kebingungan menjawab
pertanyaan anak tersebut. Maklum hampir disemua tempat lagu tentang kucing
garong ini menggema begitu dahsyat. Lagu yang belum pantas dikonsumsi oleh
anak-anak tersebut bahkan sampai dihafalkan oleh anak karena terlalu seringnya
lingkungan anak mendukung hal tersebut. Cobalah anak-anak diminta menyanyikan lagu
kucing garong, keong racun, tokek belang, cinta satu malam atau lagu-lagu
bernuansa dewasa yang kesemuanya sangat tidak tepat bagi perkembangannya,
mereka akan lantang menyanyikannya dan hafal diluar kepala. Miris memang, namun
keadaan ini juga disebabkan minimnya lagu-lagu anak yang sesuai dengan tahapan
perkembangan anak. Di awal tahun 90-an masih ada artis cilik seperti Joshua,
Eno Lerian, Cikita Meydi dll yang menyanyikan lagu-lagu yang sesuai dengan
perkembangan anak dan mengandung nilai edukasi bagi anak. Saat ini selain
memang minim lagu anak, artis anak pun minim. Bahkan artis yang berusia
anak-anak seperti Coboy Junior-pun menyanyikan lagu bernuansa dewasa.
Selasa, 06 November 2012
Sabtu, 03 November 2012
Sifat apa yang dominan pada kita?
لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ
تَقْوِيمٍ
"Sesungguhnya
Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. (at-Tin: 4)
Ayat tersebut dalam Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa Allah menciptakan manusia dalam bentuk makhluk yang paling sempurna dari segi bentuk dan rupanya. Manusia merupakan makhluk spesial yang diciptakan Allah dengan sempurna dan berbeda dengan makhluk ciptaan Allah yang lain seperti hewan, setan dan malaikat, sesuai dengan firman Allah diatas. Namun, mengapa sering kita jumpai manusia yang berperilaku selayaknya hewan atau bahkan seperti setan? Disamping tidak sedikit pula manusia yang berperilaku seperti malaikat yang penuh ketaatan akan perintah Allah. Salah satu faktor yang menjadi penyebab hal tersebut adalah potensi sifat yang ada pada diri manusia.
Senin, 22 Oktober 2012
Erich Fromm (Teori Psikologi Sosial)
Erich Fromm
lahir di Frankfurt, Jerman pada tanggal 23 Maret 1900. Ia belajar
psikologi dan sosiologi di University Heidelberg, Frankfurt, dan Munich.
Setelah memperoleh gelar Ph.D dari Heidelberg tahun 1922, ia belajar psikoanalisis di Munich dan pada Institut psikoanalisis Berlin yang terkenal waktu itu. Tahun 1933 ia pindah ke Amerika Serikat dan mengajar di Institut psikoanalisis Chicago dan melakukan praktik privat di New York City.
Ia pernah mengajar pada sejumlah universitas dan institut di negara ini
dan di Meksiko. Terakhir, Fromm tinggal di Swiss dan meninggal di
Muralto, Swiss pada tanggal 18 Maret 1980.
Fromm sangat dipengaruhi oleh tulisan-tulisan Karl Marx, terutama oleh karyanya yang pertama, The economic philosophical manuscripts
yang ditulis pada tahun 1944. Tema dasar ulisan Fromm adalah orang yang
merasa kesepian dan terisolasi karena ia dipisahkan dri alam dan
orang-orang lain. Kedaan isolasi ini tidak ditemukan dalam semua spesies
binatang, itu adalah situasi khas manusia. Berikut ini kita akan
mengulas lebih dalam mengenai teori-teori Fromm.
Jumat, 12 Oktober 2012
Masih primitifkah bangsa kita?
Belum genap
satu bulan kita dikagetkan dengan peritiwa tawuran pelajar yang terjadi di
Jakarta hingga menewaskan 1 orang pelajar (http://www.antaranews.com/berita/334907/satu-tewas-dalam-tawuran-siswa-sman-6-dengan-sman-70)
kembali kita dibuat terhenyak dengan pemberitaan di media massa terjadinya
tawuran antar mahasiswa di Makassar yang menewaskan 2 orang mahasiswa (http://news.detik.com/read/2012/10/11/174254/2060482/10/tawuran-mahasiswa-makassar-berlanjut-2-orang-tewas?9922032).
Patut menjadi pertanyaan bagi kita semua, Ada apa dengan bangsa kita? Ada apa dengan generasi muda kita? Ada apa dengan pendidikan kita? Sehingga
mereka dengan mudahnya beradu otot untuk mengatasi permasalahan yang mereka
hadapi. Bagaimana bangsa dan negara ini akan maju, jika generasi mudanya lebih mengandalkan
penyelesaian otot, yang lebih parah itu terjadi pada pelajar dan mahasiswa yang
seharusnya mereka menjadi agen perubahan menuju bangsa yang beradab. Patut kita
renungkan dan kita cari jalan keluar bersama tanpa harus mencari kambing hitam
siapa yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.
Kamis, 11 Oktober 2012
Mengatasi GALAU
“aku lagi galau bro… “
Kata
galau kayaknya memang lagi nge-trend saat ini, terutama dikalangan para ABG. Entah
dari mana asalnya, kata ini mulai menjamur mulai dari SMS, BBM, FB, twitter.
Bahkan salah satu operator telepon selulerpun menggunakan kata “Anti Galau”
untuk memperkuat brand image-nya di masyarakat. Sebenarnya apa sih Galau itu?
Jika
kita melihat di Kamus Besar Bahasa Indonesia
Edisi V Halaman 407 (2008) Kata
Galau berarti kacau (tentang pikiran); Bergalau berarti (salah satu artinya) kacau tidak keruan (pikiran); kegalauan berarti sifat (keadaan hal) galau.
Galau berarti kacau (tentang pikiran); Bergalau berarti (salah satu artinya) kacau tidak keruan (pikiran); kegalauan berarti sifat (keadaan hal) galau.
Nah, yang jelas ketika seseorang sedang galau
(kacau secara pikiran) hal tersebut akan mempengaruhi atau bahkan dipengaruhi
oleh perasaan yang bersumber pada hati. Ini akhirnya yang menyebabkan seseorang
merasa bingung, tidak nyaman dan cenderung sulit untuk berpikir. Jika
ke-galau-an yang kita rasakan berkelanjutan, tentunya akan mempengaruhi sikap
ketika.Lalu apa yang haru kita lakuka untuk mengatasi galau??
Allah SWT berfirman dalam
Al-Quran
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ
اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Artinya : (yaitu)
orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah.
Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram (QS. Ar Ra’du
28)
Senin, 08 Oktober 2012
Albert Bandura (Tokoh Pembelajaran Sosial)

Albert Bandura lahir di Mudane Kanada, 4 Desember 1925. Dia adalah seorang psikolog. Ia menerima gelar sarjana muda di bidang psikologi University of British of Columbia pada tahun 1949. Kemudian dia masuk University of Iowa, tempat di mana dia meraih gelar Ph.D tahun 1952. Baru setelah itu dia menjadi sangat berpengaruh dalam tradisi behavioris dan teori pembelajaran.
Tahun 1953, dia mulai mengajar di Standford University. Di sini, dia kemudian bekerja sama dengan salah seorang anak didiknya, Richard Walters. Buku pertama hasil kerja sama mereka berjudul Adolescent Aggression terbit tahun 1959. Bandura menjadi presiden APA tahun 1973, dan menerima APA Award atas jasa-jasanya dalam Distinguished Scientific Contributions tahun 1980.
Selasa, 02 Oktober 2012
IDENTITAS SOSIAL
Identitas Sosial
adalah definisi seseorang tentang siapa dirinya, termasuk di dalamnya
atribut pribadi dan atribut yang dibaginya bersama dengan orang lain, seperti
gender dan ras (Baron & Byrne)
Menurut Jackson dan Smith (1999), identitas sosial dapat dikonseptualisasikan
dalam empat dimensi :
a.
Persepsi dalam konteks antar kelompok
Hubungan antara in-group seseorang dengan grup
perbandingan yang lain
b.
Daya tarik
in-group
Afek yang ditimbulkan oleh in-group seseorang
c.
Keyakinan yang saling terkait
Norma dan nilai yang
menghasilkan tingkah laku anggota kelompok ketika mereka berusaha mencapai
tujuan dan berbagi keyakinan yang sama
d.
Depersonalisasi
Memandang dirinya sendiri
sebagai contoh dari kategori sosial yang dapat digantikan dan bukannya individu
yang unik
Langganan:
Postingan (Atom)



