Rabu, 30 Oktober 2013

Kepemimpinan dan Perilaku Pengambilan Keputusan



Definisi Kepemimpinan

Terdapat beberapa definisi tentang kepemimpinan dari beberapa tokoh, diantaranya adalah :

1.  Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi, dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses komunikasi untuk  mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu (Tannebaum, Weschler and Nassarik).
2.    Kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi aktifitas kelompok yang diatur untuk mencapai tujuan bersama (Rauch & Behling).
3.    Kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi orang-orang supaya diarahkan mencapai tujuan organisasi. (George R. Terry)
4.    Kepemimpinan adalah suatu proses yang memberi arti (penuh arti kepemimpinan) pada kerjasama dan dihasilkan dengan kemauan untuk memimpin dalam mencapai tujuan (Jacobs & Jacques).

Senin, 21 Oktober 2013

Interaksi antara Individu dan Kelompok

Definisi

1.    Interaksi
Secara Bahasa : inter (antar/saling); action (tindakan). Secara Etimologis: hubungan timbal balik antarsesamanya.
Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara individu manusia dengan individu lainnya, antara individu dengan kelompok atau antara kelompok dan individu. Interaksi merupakan proses komunikasi diantara orang-orang untuk saling mempengaruhi perasaan, pikiran dan tindakan.

Senin, 30 September 2013

ABRAHAM MASLOW (Tokoh Psikologi Humanistik)

Masa kecil Maslow
Abraham Maslow dilahirkan di Brooklyn, New York, pada 1908 dan wafat pada 1970 dalam usia 62 tahun. Maslow dibesarkan dalam keluarga yahudi dan merupakan anak tertua dari tujuh bersaudara. Masa muda Maslow berjalan dengan tidak menyenangkan karena hubungan yang buruk dengan kedua orang tuanya. Semasa anak-anak dan remaja Maslow merasa dirinya amat menderita dengan perlakuan orangtuanya, terutama ibunya.
Keluarga Maslow amat berharap ia dapat meraih sukses melalui dunia pendidikan. Untuk menyenangkan kemauan ayahnya, Maslow sempat belajar di bidang hukum tapi gagal. Ia akhirnya mengambil bidang studi psikologi di University of Wisconsin, dan memperoleh gelar bachelor pada 1930, master pada 1931, dan PhD pada 1934.

Jumat, 20 September 2013

Belajarlah berkomunikasi

"Sy ndak bs ngumpulin tgs skrg pak. Gak apa2 ea. Bls!!"
Sempat kaget juga membaca sms dari mahasiswa yang masuk ke hp saya. Saya merasa ada yang kurang tepat secara etika dari sms tersebut dan sms semacam itu bukan yang pertama yang saya terima. Pernah saya terima sms dari mahasiswa "tugasnya yg mana pak?bls ya! sy gak da pulsa." hmm.. rasanya mahasiswa memang perlu ada matakuliah komunikasi yang baik lewat tulisan. Mungkin sms semacam itu jika dikirim ke teman dekat masih bisa dimaklumi. Namun jika dikirim ke orang yang lebih senior dengan bahasa sms yang demikian dan dibumbui tanda seru rasanya kurang etis. Apalagi juga dengan menggunakan penulisan khas anak alay (anak layangan) yang katanya gaul tapi merusak tatanan bahasa Indonesia.
Jika sudah demikian biasanya saya akan menegur mahasiswa tersebut dan sedikit banyak mencoba memberikan pemahaman tentang bagaimana bahasa yang pantas dalam ber-sms. Namun terkadang ada juga mahasiswa yang malah menganggap benar dengan sms yang dia kirim walaupun dengan banyak tanda seru dan bahasa alay. Untuk mahasiswa tipe kedua ini biasanya saya akan membiarkan dan malas berdebat karena dia telah merasa benar dengan ketidak etisannya berkomunikasi.
Komunikasi memang memegang peranan penting dalam sebuah hubungan. Jangankan dengan sesama manusia, jika komunikasi kita dengan Allah SWT saat sholat atau berdoa dilakukan dengan cara yang tidak etis, jangankan akan diterima, justru Allah akan murka dengan cara kita yang tanpa etika. Untuk itulah selayaknya kita mulai belajar berkomunikasi yang baik dengan media apapun dan kita harus paham dengan siapa kita berkomunikasi. Semoga bisa menjadi renungan bersama. Salam.

Selasa, 04 Juni 2013

Unsur penunjang bimbingan konseling


Untuk menunjang kelancaran pemberian layanan bimbingan konseling, diperlukan beberapa unsur kegiatan pendukung. Dalam hal ini, terdapat lima jenis kegiatan pendukung bimbingan dan konseling, yaitu:

a. Aplikasi Instrumentasi Data
Aplikasi instrumentasi data adalah kegiatan untuk mengumpulkan data dan keterangan tentang peserta didik, tentang lingkungan peserta didik dan lingkungan lainnya, yang dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai instrumen, baik tes maupun non tes, dengan tujuan untuk memahami peserta didik dengan segala karakteristiknya dan memahami karakteristik lingkungan. Fungsi kegiatan ini adalah pemahaman

Selasa, 21 Mei 2013

Pendekatan Konseling Trait And Factor



Overview

Teori atau pendekatan “Trait and Factor” ini dipelopori oleh E.G. Williamson dan J.G. Darley, serta pendukung-pendukung lainnya seperti : Walter Bingham, Donald G, Paterson, Thurstone, Eysenk dan Cattel. Konseling dengan pendekatan Trait and Factor, digolongkan ke dalam kelompok pendekatan pada dimensi kognitif atau rational. Dalam proses penanganan kasus konseling menggunakan metode rational. Teori atau pendekatan ini secara intelektual, logis dan rasional menerangkan, memecahkan kesulitan-kesulitan klien dalam suatu proses konseling. Konseling dengan pendekatan Trait and Faktor atau pendekatan rasional ini sering disebut konseling yang direktif (directive counseling), karena konselor secara aktif membantu klien mengarahkan perilakunya menuju pemecahan kesulitannya, sehingga konseling ini juga disebut konseling yang “counselor centered” dan ada juga yang menyebutnya sebagai “clinical counseling”.

Selasa, 30 April 2013

PENDEKATAN KONSELING REALITAS



Overview
Konseling realitas merupakan model konseling yang termasuk kelompok konseling cognitive-behavioral (perilaku-kognitif). Pendekatan konseling realitas dikembangkan oleh William Glasser dengan nama Reality Therapy (Terapi Realitas). Menurut pendekatan konseling realitas, konseling pada dasarnya merupakan proses belajar yang menekankan dialog rasional antara konselor dan konseli dengan tujuan agar konseli mau memikul tanggung jawab bagi dirinya dalam memenuhi kebutuhan dasarnya.