Selasa, 04 Juni 2013
Unsur penunjang bimbingan konseling
Untuk menunjang kelancaran pemberian layanan bimbingan konseling, diperlukan beberapa unsur kegiatan pendukung. Dalam hal ini, terdapat lima jenis kegiatan pendukung bimbingan dan konseling, yaitu:
a. Aplikasi Instrumentasi Data
Aplikasi instrumentasi data adalah kegiatan untuk mengumpulkan data dan keterangan tentang peserta didik, tentang lingkungan peserta didik dan lingkungan lainnya, yang dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai instrumen, baik tes maupun non tes, dengan tujuan untuk memahami peserta didik dengan segala karakteristiknya dan memahami karakteristik lingkungan. Fungsi kegiatan ini adalah pemahaman
Selasa, 21 Mei 2013
Pendekatan Konseling Trait And Factor
Overview
Teori atau pendekatan
“Trait and Factor” ini dipelopori oleh E.G. Williamson dan J.G. Darley, serta
pendukung-pendukung lainnya seperti : Walter Bingham, Donald G, Paterson,
Thurstone, Eysenk dan Cattel. Konseling dengan pendekatan Trait and Factor,
digolongkan ke dalam kelompok pendekatan pada dimensi kognitif atau rational.
Dalam proses penanganan kasus konseling menggunakan metode rational. Teori atau
pendekatan ini secara intelektual, logis dan rasional menerangkan, memecahkan
kesulitan-kesulitan klien dalam suatu proses konseling. Konseling dengan
pendekatan Trait and Faktor atau pendekatan rasional ini sering disebut
konseling yang direktif (directive
counseling), karena konselor secara aktif membantu klien mengarahkan
perilakunya menuju pemecahan kesulitannya, sehingga konseling ini juga disebut
konseling yang “counselor centered” dan ada juga yang menyebutnya sebagai “clinical counseling”.
Selasa, 30 April 2013
PENDEKATAN KONSELING REALITAS
Overview
Konseling realitas merupakan model konseling yang termasuk
kelompok konseling cognitive-behavioral
(perilaku-kognitif). Pendekatan konseling realitas
dikembangkan oleh William Glasser dengan nama Reality Therapy (Terapi
Realitas). Menurut pendekatan konseling realitas, konseling pada dasarnya
merupakan proses belajar yang menekankan dialog rasional antara konselor dan
konseli dengan tujuan agar konseli mau memikul tanggung jawab bagi dirinya
dalam memenuhi kebutuhan dasarnya.
Selasa, 23 April 2013
Pendekatan Psikoanalisa dalam Bimbingan Konseling
Overview
Pendekatan
psikoanalisa dikembangkan oleh Sigmund Freud (1856-1939). Menurut Freud,
kesadaran hanya merupakan sebagian kecil saja dari pada seluruh kehidupan
psikis, Freud memisalkan psyche itu sebagai gunung es ditengah lautan, yang ada
diatas permukaan air laut itu menggambarkan kesadaran, sedangkan dibawah
permukaan air laut yang merupakan bagian terbesar menggambarkan ketidaksadaran.
Rabu, 17 April 2013
Pendekatan Gestalt dalam Bimbingan Konseling
Overview
Terapi Gestalt yang dikembangkan oleh Frederick Pealrs
adalah bentuk terapi eksistensial yang berpijak pada premis bahwa
individu-individu harus menemukan jalan
hidupnya sendiri dan menerima tanggung
jawab pribadi jika mereka berharap kematangan.
Konsep Dasar
1. Manusia dalam kehidupannya selalu aktif
sebagai suatu keseluruhan.
2. Setiap individu bukan semata-mata
merupakan penjumlahan dari bagian-bagian organ-organ seperti hati, jantung,
otak, dan sebagainya, melainkan merupakan suatu koordinasi semua bagian
tersebut.
3. Manusia aktif terdorong kearah keseluruhan
dan integrasi pemikiran, perasaan, dan tingkah lakunya
4. Setiap individu memiliki kemampuan untuk
menerima tanggung jawab pribadi, memiliki dorongan untuk mengembangkan
kesadaran yang akan mengarahkan menuju terbentuknya integritas atau keutuhan
pribadi.
Selasa, 09 April 2013
Pendekatan Behavioristik dalam Bimbingan Konseling
Overview
Pendekatan Behavioristik dalam Konseling
§ John B. Watson
Pendiri Behaviorisme ini adalah seorang behavioris
radikal yang pernah menyatakan bahwa ia bisa mengambil sejumlah bayi yang sehat
dan menjadikan bayi-bayi itu apa saja yang diinginkannya – dokter, ahli hokum,
seniman, perampok, pencopet – melalui bentukan lingkungan. Jadi, Watson
menyingkirkan dari psikologi konsep-konsep seperti kesadaran, determinasi diri,
dan berbagai fenomena subjektif lainnya.
Senin, 08 April 2013
Landasan Psikologis dibutuhkannya pelayanan bimbingan konseling (2)
Faktor-faktor selanjutnya yang menjadi
landasan psikologis dibutuhkannya pelayanan bimbingan konseling diantaranya
adalah :
5.
Masalah
Belajar
Dalam kegiatan
belajar dapat timbul berbagai masalah baik bagi pelajar maupun bagi pengajar.
Bagi pelajar permasalahan tersebut dapat berupa pengaturan waktu belajar,
memilih cara belajar, dsb. Sedangkan bagi pengajar permasalahan tersebut dapat
berupa bagaimana menciptakan suasana belajar yang nyaman dan kondusif, membuat
perencanaan pembelajaran dll. Keberhasilan belajar bagi siswa itu sendiri dipengaruhi
oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal.
a.
Faktor Internal
Faktor Internal yang mengakibatkan kesulian
belajar adalah sebagai berikut :
(1)
Ketidakseimbangan mental atau gangguan fungsi
mental (2)
Gangguan fisik (3)
Gangguan Emosi
Langganan:
Postingan (Atom)